Tidak Jadi Bahagia

Aku mengucek mata. Suara hujan masih terdengar di luar. “Jam berapa ini?”

Pandanganku tertuju pada jam dinding. Tepat jam 12 malam. Aku sudah tertidur sejak tadi, tapi sesuatu membangunkanku.

Wangi khas bakpao ayam yang baru matang menggelitik penciuman, membuatku terjaga di tengah malam. Namun aku ragu untuk beranjak dari tempat tidur. Rasanya mustahil ada orang yang memasak bakpao tengah malam begini. Apalagi sekarang cuaca dingin karena hujan belum berhenti menyapa bumi. Namun rasa lapar mulai mengalahkan rasa kantuk di mata. Tak urung kucoba turun perlahan dari tempat tidur dan mendapati Ibu di dapur. “Loh, kok bangun ?” Sapanya terkejut melihatku. “Laper…gabisa tidur, trus eh wangi bakpao. Ibu ngapain masak bakpao malam-malam begini..?” Tanyaku penasaran sambil hendak mencomot satu bakpao yang menggoda dari piring. “Eh enak aja” Ibu berkata sambil menepiskan tanganku “Itu tuh buat besok! Kan besok papa ulang tahun dan seperti yang kamu tau, makanan kesukaannya kan memang bakpao ayam.” Matanya mencerminkan kesedihan yang lalu diusirnya dengan berkedip-kedip hendak menahan air mata yang akan tumpah. “Oh..iya..” jawabku kembali ke kamar.

Papa sudah meninggal 3 tahun lalu namun Ibu masih belum bisa move on dari kejadian itu. Kejadian yang membuat papa kehilangan nyawanya.

Pada waktu itu, 3 tahun lalu, papa dan mama pergi untuk makan malam bersama seperti yang sudah direncanakan berminggu-minggu sebelumnya. Keduanya terlihat sangat bahagia akan makan malam bersama setelah sekian lama dengan pakaian yang serasi itu. Papa ingin makan malam ini tidak diganggu siapapun, sehingga supirpun tak dipakainya. “Papa sendiri yang ingin menyetir mobil.” Ucapnya dengan senyum. Senyuman yang tak hanya terlihat di bibir namun juga di mata, Senyum kebahagiaan yang tak pernah kulihat setelah sekian lama. Saat itu adalah hari yang sangat dinanti keduanya. Pulangnya, keadaan sangat berbeda. Mata yang berbunga-bunga dan bahagia, hilang darinya, dan terlihat kepedihan yang dirasanya. Darah dimana-mana, Ibu banjir air mata. Terbaring di tempat tidur rumah sakit lemah tak berdaya. Akupun lupa bagaimana aku bisa sampai disana saking paniknya. Malam itu, adalah malam dimana papa mengehmbuskan nafas terakhirnya, 3 tahun lalu.
Kenangan pedih memang.

aku terbangun pukul 6.00 pagi. Tak biasanya aku bangun pagi apalagi hari ini adalah hari Sabtu. Tapi entah mengapa badanku sangat ingin bangun dari kasurku ini. Kubuka pintu kamar, Ibu sedang duduk di sofa sambil meneteskan air mata. “Ibu kenapa ?” Tanyaku sambil beranjak duduk disampingnya walaupun jawabannya sudah bisa kuperkirakan. Papa pastilah jawabannya. “Oh..nggak apa, cuman sedih aja keinget papa.” “Sudahlah bu, lupakan saja karena kita kan juga punya hidup yang harus dijalanin dan Ibu nggak akan bisa kayak gini terus.” Ujarku lelah. Mengapa sih..Ibu susah sekali move on. Bukan berarti ku tak sayang. Hanya saja, sudah waktunya kita untuk melupakan dan merelakan kepergiannya. Tak baik lama-lama bersedih seperti ini. Sama saja seperti menyiksa diri sendiri.

Refleksi LDK

 

-Sepertinya pada saat masak makan siang di hari kedua mungkin seharusnya aku yang memotong Ayam untuk mengalahkan rasa jijik. Atau setidaknya melihat pemotongannya karena in the wild takkan ada belas kasihan atau apapun :’)

-Juga, aku harus lebih serius mendengarkan pada saat sesi sharing kakak-kakak.

-Terus mungkin aku juga harus lebih rapih saat mengeluarkan barang supaya pas pulang beresinnya bisa cepet dan nggak makin banyak yang ditenteng. Repod sekalee.

Sekarang yang baru kepikiran itu… Jadinya yah mungkin di edit nanti.

Jurnal LDK

D1- LDK Tak Terduga. Mengapa ?

Pagi-pagi sekali aku dibangunin sama bunda. Biasanya, aku susah bangunnya, telat shubuh dan sehabis shubuh itu belum mandi dan makan. Kali ini, berbeda.
Aku mandi dibawah air dingin yang membasahi badan tanpa belas kasihan. Ya tentu saja sih..karena air…tak punya perasaan. Eh- aku apaan sih.

Pukul 5.00 aku sudah mandi, sholat, dan makan. Siap berangkat menuju stasiun duren Kalibata bersama Hasya ~~ yeay.
Jalanan terlihat lancar sekaliii~

Yah setelah perjalanan hingga akhirnya sampai di stasiun Bogor, singkatnya saja, kita langsung menaiki angkot hingga villa botani. Sesampainya disana, anak-anak ada yang langsung memakan bekalnya dan ada juga yang ngemil” aja. Karena aku tidak memakai baju pramuka dari rumah, maka aku pergi mengganti baju saat istirahat itu dan setelah mengganti baju, kita semua keluar dari aula dan memulai upacara pembukaan.

Upacaranya berjalan dengan lancar. Hal yang tidak sesuai dengan bayanganku adalah kakak-kakaknya. Kukira kakak-kakak menwa itu akan sangat tegas dan mungkin bisa dibilang “galak” tapi, ternyata tidak. Lebih tepatnya mungkin, dihari satu ini belum. Setegas-tegasnya pun masih baik menurutku :3

Sesudah upacara, kita mulai mencari tempat untuk tenda masing-masing regu dan mulai mendirikannya~~
Setelah tendanya berdiri, kita memasukkan barang ke tenda, membereskannya dan istirahat. Bagiku yang sholat, aku sholat di tenda. Namun karena tendaku ditidurin Ceca (Kezia) tentunya, aku jadi sholat di tenda Nawra. Shoutout to Chicory makasiy ud minjemin tenda buat sholat mwah!

Sholat selesai, aku pergi ke tendanya agla untuk mendengarkan nyanyian Ratri dan berkumpul bersama kakak-kakak dan yang lainnya untuk bercerita-cerita dan bernyanyi bersama.

Malam pun tiba. Setelah mendengar sharing kak Budi tentang kerelawanan, kita keluar dari aula dan menuju tempat dimana tenda-tenda didirikan. Setelah sampai, rasa kantukku pun hilang akupun duduk diatas rumput memandang langit malam yang indah dihiasi bintang-bintang cemerlang dan bulan terang benderang. Malam itu tambah indah ditambah Ratri yang menyanyikan lagu buatannya sendiri. Setelah bersenang-senang hari itu, kakak-kakak pun menyuruh kami untuk istirahat supaya siap memulai hari esoknya dengan bahagia^^

D2- Air Mata Dan Canda Tawa.

Aku dan Tata terbangun sekitar pukul 4.30 pagi. Sunyi, belum ada yang terbangun sepertinya. Aku kembali tidur karena masih mengantuk dan belum waktunya bangun juga. Pada akhirnya, pukul 5.00 kami semua dibangunin oleh kakak-kakak untuk sholat shubuh bagi yang mengerjakan.

Setelah bangun semua, diluar tenda mulai terdengar suara anak-anak ngobrol dan berjalan kesana kemari. Pagi itu dingin sekali~~ kuku-kuku ku dibuat biru oleh dinginnya udara. Sejuk tak seperti di Jakarta, Bukan asap tetapi memang kabut yang dilihat mata. Matahari mulai muncul dibalik pohon-pohon yang rindang dan tinggi. Belalang melompat kesana kemari saat aku menginjak rumput untuk menghindari mati. Walaupun sebenarnya tidak bisa juga sihh.

Pagi itu, kami semua diajak ke aula. Karena kamar mandi itu di dekat aula, aku bawa saja sikat gigiku sekalian bersih-bersih.
Setelah menggunakan kamar mandi yang mengantri, kita semua disuruh stretching pagi~ yeay. Sesudah stretching pagi, anak-anak yang telat disuruh ikut kak Opal untuk menata makan pagi bagi yang lain. Yang tepat waktu, diajarkan yel-yel seru oleh kak Aqil^^

Makan pagi siap dan kita pun turun ber-ramai” ke aula, menyerbu tempat duduk karena saking laparnya. Makan pagi selesai, aku suka dengan kerjasama anak-anak yang lain untuk mengoper piring-piring dan menumpukkannya di satu sudut sesuai dengan bentuknya. Jadinya aula tidak terlalu kotor juga.

Tak lama kemudian, kita turun lagi ke camping ground untuk belajar tali temali dan masak makan siang per regu ๐Ÿ˜€
Sebetulnya beberapa simpul seperti simpul pangkal, simpul mati dan beberapa lainnya sudah pernah diajarkan oleh sekala petualang sehingga disana aku hanya perlu mengingat-ngingatnya saja.

Ayam, ikan, MASIH HIDUP! “Wah, wah apakah kita harus membunuhnya sendiri ?” Pikirku. Ternyata..benar. Aku sebetulnya tidak takut dengan ikan maupun ayam, tetapi aku jijik oleh bau amisnya dan darah juga perut dan lain lainnya yang berada didalam tubuh si binatang itu. Juga…aku tidak tega membunuhnya. Jadi, aku dan Tata memutuskan kalau kita berdua akan memasak carbonya saja untuk makan siang regu. Ceca (Kezia) dan Hasya hebaddd sekalee~ mau mencuci dan memotong-motong ikan juga ayam^^

Memasak carbonya tidak terlalu susah karena hanya direbus dan dibakar saja lalu ditabur gula. Tetapi yang membuat makan siangku enak adalah…SUP IKAN BUATAN HASYAAA~ aku biasanya tidak begitu menyukai ikan. Tetapi sup ikan atau apalah itu rasanya enak sekali. Sedikit pedas, asam, dan manisnya pas. Hasya menurutku cocok mengikuti “masterchef bahan pas-pasan.”

Makan siang selesai kitapun mencuci alat masak dan alat makan serta melipat tikar, kompor. Juga tak lupa mengubur sampah organik seperti kulit bawang, kulit pisang dan sejenisnya. Selesai semua itu, kita diajak ke aula oleh kak Opal untuk outbond yang seru sekaliii~~

Semuanya telah berkumpul. Tanpa peringatan apapun kak Opal meminta kita semua untuk menunjukkan yel-yel masing-masing regu. Ahh! Yel-yel reguku, petunia sebetulnya cukup simple. Tetapi pada waktu itu belum terlalu fix sehingga saat menunjukkannya didepan yang lain agak berantakan. Huft- yasudahlayaw.
Yel-yel sudah ditunjukkan semua dan peratruran-aturan untuk gamenya sudah diberi tahu, game pun dimulai! Untuk di game ini, masing-masing tim berisi dua regu. Aku setim dengan regu koki’O^^
Di game ini akan ada beberapa pos yang harus kita datangi dan selsaikan tantangannya. Dengan semangat, timku pun berjalan menuju pos satu~
Di pos satu, terlihat stik-stik bambu, helm, dan bendera juga kak Budi yang meminta menunjukkan yel-yel per regu. Haduh padahal, yel-yel kita masih berantakan. Tapi..apa boleh buat. Sudah menunjukkan yel-yel, peraturan game pun dijelaskan dan segera dimainkan.
Singkatnya, hampir setiap pos seperti itu kecuali pada pos terakhir. Pada pos terakhir ini, kita harus menunggu tim lain untuk memulai game karena yang ingin diajarkan adalah kerjasama bukan hanya kompetisi antar tim saja. Namun sepertinya…gagal. hehehe.

Ketika hasil para pemenang telah diumumkan, kita semua diperbolehkan untuk mandi atau sekedar mengganti baju saja. Karena kita diminta untuk mengganti seragam pramuka lengkap. Aku dan Ceca (Kezia) sudah sangat kangen air, sehingga tanpa berpikir lama lagi kita berdua mengambil baju dan segera mandi. Wah rasanya segar sekali terkena air dingin di sore yang hangat. Ketika aku sudah selesai mandi, kubuka pintu kamar mandinya dan tercium aroma sabun bayi yang dipake Ceca (Kezia) hahahaha (sorry Ce aku pen bat ngemention itu.) Wanginya khas bayi yang kusuka sekali~

Berseragam pramuka lengkap aku dan Ceca (Kezia) balik ke perkemahan dan segera memasak nasi juga berlatih untuk performance petunia bersama Tata yang sedang ada di tenda juga.

Nasi matang. Anak-anak sudah ganti seragam semua. Waktunya makan malam! Yeay. Kukira makan malamnya akan santai dan menyenangkan juga ribut seperti malam sebelumnya. Ternyata tidak. Waktu kita untuk makan diberi 5 menit saja. Dan tentunya, dalam 5 menit masih banyak sisa. Akhirnya kak Budi bertanya, “okeee kakak beri tambahan waktu. Kira-Kira berapa menit lagi ?” Anja pun menjawab, “5 menit lagi.” Aku langsung panik karena ku melihat masih banyak nasi dari regu lain yang belum habis. Wah, wah…tetapi yasudah, gpp kok :)) kita berhasil menghabiskannya walaupun ada yang cegukan, ada yang kekenyangan, ada yang eneg dan lainnya.

Makan malam selesai, kita disuruh baris per-regu dan menunggu dipanggil oleh BangChan serta dititipkan pesan untuk pos terakhir. Diawal perjalanan saja sepatuku sudah basah, wah pertanda, akan sangat seru jurit malam ini. Setelah berjalan tak berapa lama, ada kak Aqil yang berdiri tegak ditengah jalan dengan raut wajahnya yang tegas menanyakan bagaimana kerja kelompok kami.
Setelah berjalan lagi, ada background music seperti di film-film horror untuk mengacaukan pikiran hng- lalu, ada seorang kakak didalam sarung putih yang lalu berguling jatuh. Disitulah teman-temanku apalagi Ceca (Kezia) takut sekali. Dia langsung meremas tanganku dengan sangat kuat xD sampai-sampai, merah tanganku. Berjalan beberapa langkah lagi, kita sampai dijalan yang bercabang. Ada dua orang kakak yang duduk dan satu yang berdiri di jalanan yang terbuka itu. Karena gelap, wajah kakaknya tidak terlalu terlihat namun aku bisa menebak siapa yang ada dibelakang buff dan pakaiannya yang berbeda-beda itu.
Kita yang kebingungan lalu dipanggil oleh kedua kakak yang duduk di pinggiran jalan itu dan disuguhkan air. Airnya tentu saja tak kuminum walau dia bilang rasanya beda dll. Ku letakkan gelasnya diatas rumput lalu Ceca (Kezia) menumpahkannya dengan sengaja dengan jarinya supaya tidak terlalu “obvious” juga menolaknya. Ehhh ternyata, Hasya dan Tata sepertinya tidak mendapat kode-kode dariku dan Ceca. Maka saat disuguhkan kepada Hasya dan Tata, mereka meminumnya karena berpikir, aku dan Ceca telah meminumnya juga.
Tidak jauh dari situ, kita menemui pos terakhir. Pada pos terakhir aku ditanyakan pesannya oleh kak Andit. Dan parahnya, aku lupa yang bagian “Dasa dharma dan Tri Satya” itu. Ahh, untung saja aku tidak disuruh push up seperti yang lainnya melainkan squat jump 5 kali saja. Lalu, aku disuruh duduk berjauhan dari teman-temanku sama seperti yang lainnya dan menghafalkan dasa dharma kalau belum hafal. Untungnya, aku sudah. Tak lama duduk, para pembaca dasa dharma dan pembawa obor dipanggil oleh kak Budi untuk geladi dulu. Pada saat geladi, Vacha parah sekali, aku tidak mengerti apa yang dia hafalkan sebetulnya. Karena, dia tidak hafal dasa dharma! Padahal dia menjadi pembacanya. Huff- akhirnya entah berapa kali dia disuruh push up karenanya. Untung saja bukan kita semua yang menjadi pembaca dasa dharma disuruh.

Acara api unggun berakhir dengan lancar dan semuanya bersenang-senang. Eh…yah sepertinya begitu. Setelah menyanyikan lagu “Sempurna” bersama-sama kita pun menutup acara api unggun itu dan balik ke perkemahan dengan bahagia. Kulihat jam tanganku, wah..sudah pukul 12.00 tetapi mataku belum lelah rasanya. Akhirnya, aku beres-beres sedikit dulu mendengar cerita dari regu lain dan tidur. Btw..kudengar…ada anggota regu yang menangis.

D3-Udah. Ngaku Aja!

Pagi-pagi aku bangun menyambut sunrise yang indah. Setelah bangun aku Sholat di tendanya koki’o karena di tendaku masih ada Ceca (Kezia) yang tidur. Shoutout to koki’o yang udah minjemin tenda buat sholat :3 makasii geessss~ kalyan baeeq sekalee dee.

Hasya sebagai pinru bertugas mengambil bahan-bahan untuk memasak sarapan regu atau setidaknya…kita kira untuk sarapan. Untuk menu pagi hari itu, kita memasak orak-arik telur dan tumis sayur. (Aku lupa sayur apa. Otakku macet…ngatug-) setelah masakan jadi, tiba-tiba kak Ali datang membawa nasi goreng, telur goreng, ketimun, dan kerupuk untuk makan pagiii~ yeay. Jadi ternyata, masakan yang kita masak untuk makan siang saja. Setelah memakan nasi goreng yang lezat itu, kita beres-beres bekas masak dan siap-siap tracking. Sebelum tracking, kita dikumpulkan per-regu dan disuruh baris. Setelah itu…diminta menunjukkan yel-yelnya lagiii ahhh- kali ini karena kita berbaris, dorongnya kedepan dan kocak sekali hasilnya yel-yel kita. Karena pada akhirnya ada yang membungkuk ada yang tidak. Lalu, sebelum berangkat kita diberitahukan tentang daun-daun, batu, ranting dan lainnya sebagai macam-macam pertanda. Dan kita akan harus selalu waspada dengan sekitar. Sesudah itu, per regu dipersilahkan jalan. Regu pertama yang jalan sepertinya adalah Chicory dan…(aku lupa maaf y) lalu sepertinya reguku, Petunia dan regunya Dhifie, Panda. Selama perjalanan kita menemukan 15 tanda seingatku. Yang lucu adalah Syabil. Dia selalu terpeleset-peleset dan Dhifie jalannya cepat sekali meninggalkannya dibelakang bersama regu kami xD
Tak lama setelah jalan, kita disuruh putar balik lagi karena sepertinya cuaca tak mendukung. Setelah berjalan sedikit lagi, kita harus menunggu kabar dari kakak didepan apakah bisa jalan terus atau tidak. Selama penantian itu, kak Andit membantu membuatnya tidak membosankan dengan mengajak kita semua bermain “Pesan Berantai.” Karena seru, menit demi menit berlalu sampai akhirnya kita mulai jalan lagi balik ke perkemahan. Sampai di perkemahan, aku dan Ceca (Kezia) masih belum selesai mencuci beberapa peralatan lagi dan air di keran yang ada diluar sudah dimatikan. Akhirnya, kita harus ke kamar mandi untuk mencuci alat bekas masak dan makan.

Tak lama setelah itu, kita dikabarkan untuk segera packing dan diberi waktu 20 menit untuk beres-beres dan melipat tenda. Ahhh dengan panik aku memasukkan barang-barangku kedalam tas. Setelah tasku penuh, ku menyadari, “wah kenapa tiba-tiba jadi lebih banyak yang kutenteng yah..”
Tenda selesai dilipat kita pun disuruh makan siang bersama dan diberi waktu juga. Tetapi kali ini lebih santai. Kelar makan, kita meneruskan kegiatan terakhir dengan upacara penutupan. Setelah berjabat tangan dengan kakak-kakak dan berterimakasih, kita naik ke parkiran dekat aula, memilih angkot dan mulai mengatur barang bawaan.

“UDAH NGAKU AJA” Teriak kak Siddiq saat kita semua sudah berkumpul lagi di aula dan bersiap untuk pulang. Kuakui acting kakak-kakak cukup bagus. Namun, kurang bagus untuk mengelabuiku. Maaf.
Saat drama surprise ultah Zaky selesai, kitapun naik angkot menuju stasiun Bogor. Yeay! Akhirnya pulang. Setelah sampai, kita berpamitan dengan kakak-kakak menwa dan meminta mereka untuk follow ig dan bertukar alamat ig :3 sungguh LDK sangat menyenangkan.

Review film survival family

Film survival ini adalah film keluaran tahun 2016 ber-genre komedi dan di diarahkan oleh Shinobu Yaguchi juga dibintangi oleh Wakana Aoi, Eri fukatsu, Yuki uzamisawa, yang mengajarkan survival kepada penontonnya dengan cara menarik dan tidak membuat bosan.
Editannya smooth, scriptnya ditulis dengan baik, dan aktornya menyampaikan pesannya dengan baik. Actingnya ๐Ÿ‘Œ

Memang, jaman sekarang ini, jaman modern dimana orang merasa bahwa skill untuk survival bisa dilupakan. Semua sudah serba digital dan mudah. Listrik. Satu hal itu sangatlah dibutuhkan untuk jaman sekarang ini. Pernahkah terbayang, kalau misal saja tiba-tiba listrik dirumah mati. Tidak hanya untuk satu hari. Tetapi 100 hari ? Apakah yang akan kalian lakukan ? Tetapi…bagaimana kalau misalnya…listrik diseluruh kotamu padam ? Wahwah…survival sangat dibutuhkan bukan ?

Film ini juga menceritakan tentang perjalanan sebuah keluarga untuk menjadi keluarga yang lebih baik, lebih dekat dengan sesama dan tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Endingnya sangatlah indah โ™กโ™กโ™ก

MENONTON ASIAN GAMES 2018 DI GBK

Pada tanggal 28 Agustus tahun 2018, aku dan niniku (nenek) pergi menonton artistic swimming di stadion aquatic berlokasi di GBK (Gelora Bung Karno).

Pagi hari pukul 4:30 aku bangun untuk sholat subuh dengan sangat bersemangat mengingat hari itu ku akan pergi menonton artistic swimming! Setelah itu, pukul 6:20 aku pun sarapan dengan roti dan keju, sehabis itu aku pun mandi dan mengganti baju merah putih (pendukung Indonesia :p). Pukul 7:50 aku sudah siap meluncur!!

Aku dan niniku berangkat naik taksi BlueBird pukul 8:05. Dengan perasaan yang gembira aku pun duduk di kursi belakang di taksi bersama niniku. Setelah berjalan 2 menitan, niniku ingin membeli beberapa snack di mini market dekat rumah, jadinya…kita mampir dulu sebentar. Namun ternyata minimarket dekat rumah kami, tidak punya banyak snack yang tersedia so…..kita mampir dulu di toko roti setelah 5 menit dari mini market.

Setelah niniku dan aku selesai berbelanja snack untuk bekal, aku masuk ke taksi dan mulai berjalan tanpa mampir-mampir lagi.

Pukul 9:40 aku dan niniku sampai di GBK!!! Wahhh senangnyaaa! Setelah selesai tiket kami di scan barcodenya kita diperbolehkan masuk dan mulai berjalan kaki ke stadion aquatic.

Pukul 10:00 pas! Aku sampai disana dan duduk di barisan kedua dari atas. dan dibelakang ku ada anak jepang yang lucu sekaliiii dia berteriak teriak “้ ‘ๅผตใฃใฆ!!” Kepada tim yang ia dukung yaitu jepang pastinya ๐Ÿ™‚

Ketika Tim Indonesia keluar, mereka disambut dengan tepuk tangan dan teriakan yang meriah sekali!!! Mesikipun mereka kurang bagus, tetap saja tepuk tangannya meriah sangaads. Setelah semua tim selesai, hasil akhirnya pun keluar. Dannnnnn Indonesia menempati peringkat paling akhir lagi :” dan Cina mendapat peringkat pertama seperti biasa.

The End.

ASIAN GAMES 2018

 

Asian Games sebentar lagi !! Mari dukung Asian Games 2018 !

Saya sangat bangga Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games di tahun 2018 ini untuk ke-2 kalinya !!
Mengapa saya sangat bangga Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018 ?
Yaitu, karena Saya tahu betapa banyaknya syarat yang tidaklah mudah untuk dijalankan.
Memangnya apa saja syaratnya ?
Bagi yang belum tahu akan saya beri tahu syarat-syaratnya dan saya akan terangkan mengapa sulit untuk dilakukan.

Syarat pertama adalah kemauan negara. Kemauan negara untuk menjadi tuan rumah Asian Games adalah syarat pertama yang penting. Kemauan Negara dilihat dari fasilitas yang disediakan sesuai untuk Asian Games. Dan fasilitasnya juga tidak sedikit. Fasilitas yang harus disediakan ada 5 yaitu, akomodasi, konsumsi, kesehatan, media dan transportasi.
Terkait transportasi, transportasi yang disediakan harus bisa mudah untuk diakses oleh para kontingen. Yaitu akses dari bandara ke hotel maupun ke lokasi latihan dan lokasi pertandingan di Jakarta dan Palembang.
Lalu mengenai akomodasi. Akomodasi yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah adalah Hotel atau penginapan yang harus sesuai dengan standar Olimpiade.
Sekarang mengenai kesehatan. Yang harus disiapkan fasilitas kesehatan tidak hanya ketersediaan rumah sakit saja. Namun juga ketersediaan obat-obatan. Juga tenaga paramedik yang harus berada di setiap lokasi pertandingan, juga ambulans yang mengantarkan hingga rumah sakit rujukan.
Dan sekarang mengenai konsumsi. Makanan untuk para atlet tidak boleh sembarangan dan harus memenuhi standar.
Lalu, ada fasilitas terakhir yang harus disediakan yaitu, media. Indonesia akan menyiapkan 5,000 media untuk Asian Games.
Itu semua baru merupakan syarat yang pertama.

Sekarang saya akan membahas syarat yang kedua.
Syarat yang kedua yaitu, penyediaan anggaran dari negara untuk membiayai semua kegiatan Asian Games.

Syarat ketiga. Syarat ketiga yaitu syarat yang terakhir adalah, memberi kemudahan untuk 40 cabang olahraga yang biasa ditandingkan.

Mengenai olahraga, olahraganya ada apa saja ?
Jumlah total semua olahraga ada 40 cabang olahraga yang akan ditandingkan yaitu :

1. Aquatic : Swimming, Diving, Water polo & Sync swimming.
2. Archery/Panahan
3. Badminton/Bulu tangkis
4. Baseball/Softball/Bisbol
5. Basketball/Bola basket
6. Bowling
7. Boxing/Tinju
8. Bridge
9. Canoe/Kayak
10. Cycling/Sepeda
11. Equestrian
12. Fencing
13. Football/Sepak bola
14. Golf
15. Gymnastic
16. Handball
17. Hockey
18. Jet ski
19. Judo
20. Kabaddi
21. Karate
22. Martial Arts: Jujitsu, Wushu, Pencak silat, Kurash & Sambo.
23. Modern penthatlon
24. Paragliding
25. Rowing
26. Rugby-7
27. Sailing
28. Sepak Takraw
29. Shooting/Menembak
30. Sport climbing
31. Squash
32. Table tennis
33. Taekwondo
34. Tennis & Soft tennis
35. Triathlon
36. Volleyball/Bola voli
37. Weight lifting/Angkat beban
38. Wrestling
39. Roller sport
40. Athletics/Atletik

Untuk cabang olahraga renang Indonesia menyediakan kolam renang yang berukuran 51,20 M x 25 M x 3 M untuk cabang olahraga renang. Sedangkan untuk Polo air disediakan kolam berukuran 50 M x 25 M x 3 M. Lalu untuk Diving disediakan kolam berukuran 21 M x 25 M x 5 M. Dan kolam untuk pemanasan berukuran 20 M x 50 M x 1,4 M. Dan suhu kolam akan dijaga sekitar 25-28 derajat celcius. Kolam renang ini berlokasi di stadion akuatik gelora bung karno

Lalu untuk cabang olahraga archery atau panahan, Indonesia menyediakan venue untuk panahan yang sudah memenuhi standar nasional. Dan di venue panahan ini juga disediakan keran air minum bagi para penonton. Venue ini berlokasi di kompleks gelora bung karno.

Dan untuk cabang olahraga Badminton atau bulutangkis Indonesia menyediakan arena berukuran 25 x 50 M. Tinggi atap dari lantai sekitar 17 M. Arena untuk bulutangkis ini berada di istana olahraga (istora) senayan.

Untuk cabang olahraga baseball/softball/bisbol Indonesia telah mengeluarkan 15,1 Milliar untuk membuat lapangan bisbol berstandar international. Lapangan ini berlokasi di kompleks gelora bung karno senayan.

Untuk cabang olahraga basketball/bola basket akan berada di lokasi yang sama dengan cabang olahraga bulutangkis.

Dan juga untuk cabang olahraga lainnya venuenya sudah pasti siap dipakai untuk Asian Games.

Indonesia Menyediakan penginapan untuk para atlet-atlet yang datang dari 45 negara dan akan bertanding untuk Asian Games 2018 ini. Para atlet-atlet akan menginap di wisma atlet yang sudah diinspeksi oleh presiden RI joko widodo untuk memastikan kenyamanan dan kebutuhan utama para atlet. Keseluruhan tower dapat menampung 22,278 orang dari 10 tower yang tersedia. Ada 7 tower berlokasi di kemayoran dan 3 lagi berlokasi di pintu tol ancol.

Pemerintah juga mengeluarkan aturan baru yaitu, ganjil genap. Gunanya untuk mengatur lalu lintas supaya atlet-atlet bisa dengan mudah sampai tujuan tanpa terjebak macet.

Indonesia menyediakan tempat latihan untuk para atlet di 10 GOR berlokasi di seputaran DKI Jakarta.

Indonesia juga memastikan keamanan para atlet-atlet dengan meningkatkan standar untuk keamanan. Dan pemerintah juga sudah mengantisipasi ancaman terrorisme dengan menyiagakan aparat keamanan

Sudah terbayangkan betapa banyak dan rumitnya yang harus disiapkan oleh Indonesia, negeri kita tercinta ?

Mari Suksekan Asian Games 2018 ! Ayo dukung atlet-atlet kita menuju kemenangan !