Jurnal LDK

D1- LDK Tak Terduga. Mengapa ?

Pagi-pagi sekali aku dibangunin sama bunda. Biasanya, aku susah bangunnya, telat shubuh dan sehabis shubuh itu belum mandi dan makan. Kali ini, berbeda.
Aku mandi dibawah air dingin yang membasahi badan tanpa belas kasihan. Ya tentu saja sih..karena air…tak punya perasaan. Eh- aku apaan sih.

Pukul 5.00 aku sudah mandi, sholat, dan makan. Siap berangkat menuju stasiun duren Kalibata bersama Hasya ~~ yeay.
Jalanan terlihat lancar sekaliii~

Yah setelah perjalanan hingga akhirnya sampai di stasiun Bogor, singkatnya saja, kita langsung menaiki angkot hingga villa botani. Sesampainya disana, anak-anak ada yang langsung memakan bekalnya dan ada juga yang ngemil” aja. Karena aku tidak memakai baju pramuka dari rumah, maka aku pergi mengganti baju saat istirahat itu dan setelah mengganti baju, kita semua keluar dari aula dan memulai upacara pembukaan.

Upacaranya berjalan dengan lancar. Hal yang tidak sesuai dengan bayanganku adalah kakak-kakaknya. Kukira kakak-kakak menwa itu akan sangat tegas dan mungkin bisa dibilang “galak” tapi, ternyata tidak. Lebih tepatnya mungkin, dihari satu ini belum. Setegas-tegasnya pun masih baik menurutku :3

Sesudah upacara, kita mulai mencari tempat untuk tenda masing-masing regu dan mulai mendirikannya~~
Setelah tendanya berdiri, kita memasukkan barang ke tenda, membereskannya dan istirahat. Bagiku yang sholat, aku sholat di tenda. Namun karena tendaku ditidurin Ceca (Kezia) tentunya, aku jadi sholat di tenda Nawra. Shoutout to Chicory makasiy ud minjemin tenda buat sholat mwah!

Sholat selesai, aku pergi ke tendanya agla untuk mendengarkan nyanyian Ratri dan berkumpul bersama kakak-kakak dan yang lainnya untuk bercerita-cerita dan bernyanyi bersama.

Malam pun tiba. Setelah mendengar sharing kak Budi tentang kerelawanan, kita keluar dari aula dan menuju tempat dimana tenda-tenda didirikan. Setelah sampai, rasa kantukku pun hilang akupun duduk diatas rumput memandang langit malam yang indah dihiasi bintang-bintang cemerlang dan bulan terang benderang. Malam itu tambah indah ditambah Ratri yang menyanyikan lagu buatannya sendiri. Setelah bersenang-senang hari itu, kakak-kakak pun menyuruh kami untuk istirahat supaya siap memulai hari esoknya dengan bahagia^^

D2- Air Mata Dan Canda Tawa.

Aku dan Tata terbangun sekitar pukul 4.30 pagi. Sunyi, belum ada yang terbangun sepertinya. Aku kembali tidur karena masih mengantuk dan belum waktunya bangun juga. Pada akhirnya, pukul 5.00 kami semua dibangunin oleh kakak-kakak untuk sholat shubuh bagi yang mengerjakan.

Setelah bangun semua, diluar tenda mulai terdengar suara anak-anak ngobrol dan berjalan kesana kemari. Pagi itu dingin sekali~~ kuku-kuku ku dibuat biru oleh dinginnya udara. Sejuk tak seperti di Jakarta, Bukan asap tetapi memang kabut yang dilihat mata. Matahari mulai muncul dibalik pohon-pohon yang rindang dan tinggi. Belalang melompat kesana kemari saat aku menginjak rumput untuk menghindari mati. Walaupun sebenarnya tidak bisa juga sihh.

Pagi itu, kami semua diajak ke aula. Karena kamar mandi itu di dekat aula, aku bawa saja sikat gigiku sekalian bersih-bersih.
Setelah menggunakan kamar mandi yang mengantri, kita semua disuruh stretching pagi~ yeay. Sesudah stretching pagi, anak-anak yang telat disuruh ikut kak Opal untuk menata makan pagi bagi yang lain. Yang tepat waktu, diajarkan yel-yel seru oleh kak Aqil^^

Makan pagi siap dan kita pun turun ber-ramai” ke aula, menyerbu tempat duduk karena saking laparnya. Makan pagi selesai, aku suka dengan kerjasama anak-anak yang lain untuk mengoper piring-piring dan menumpukkannya di satu sudut sesuai dengan bentuknya. Jadinya aula tidak terlalu kotor juga.

Tak lama kemudian, kita turun lagi ke camping ground untuk belajar tali temali dan masak makan siang per regu 😀
Sebetulnya beberapa simpul seperti simpul pangkal, simpul mati dan beberapa lainnya sudah pernah diajarkan oleh sekala petualang sehingga disana aku hanya perlu mengingat-ngingatnya saja.

Ayam, ikan, MASIH HIDUP! “Wah, wah apakah kita harus membunuhnya sendiri ?” Pikirku. Ternyata..benar. Aku sebetulnya tidak takut dengan ikan maupun ayam, tetapi aku jijik oleh bau amisnya dan darah juga perut dan lain lainnya yang berada didalam tubuh si binatang itu. Juga…aku tidak tega membunuhnya. Jadi, aku dan Tata memutuskan kalau kita berdua akan memasak carbonya saja untuk makan siang regu. Ceca (Kezia) dan Hasya hebaddd sekalee~ mau mencuci dan memotong-motong ikan juga ayam^^

Memasak carbonya tidak terlalu susah karena hanya direbus dan dibakar saja lalu ditabur gula. Tetapi yang membuat makan siangku enak adalah…SUP IKAN BUATAN HASYAAA~ aku biasanya tidak begitu menyukai ikan. Tetapi sup ikan atau apalah itu rasanya enak sekali. Sedikit pedas, asam, dan manisnya pas. Hasya menurutku cocok mengikuti “masterchef bahan pas-pasan.”

Makan siang selesai kitapun mencuci alat masak dan alat makan serta melipat tikar, kompor. Juga tak lupa mengubur sampah organik seperti kulit bawang, kulit pisang dan sejenisnya. Selesai semua itu, kita diajak ke aula oleh kak Opal untuk outbond yang seru sekaliii~~

Semuanya telah berkumpul. Tanpa peringatan apapun kak Opal meminta kita semua untuk menunjukkan yel-yel masing-masing regu. Ahh! Yel-yel reguku, petunia sebetulnya cukup simple. Tetapi pada waktu itu belum terlalu fix sehingga saat menunjukkannya didepan yang lain agak berantakan. Huft- yasudahlayaw.
Yel-yel sudah ditunjukkan semua dan peratruran-aturan untuk gamenya sudah diberi tahu, game pun dimulai! Untuk di game ini, masing-masing tim berisi dua regu. Aku setim dengan regu koki’O^^
Di game ini akan ada beberapa pos yang harus kita datangi dan selsaikan tantangannya. Dengan semangat, timku pun berjalan menuju pos satu~
Di pos satu, terlihat stik-stik bambu, helm, dan bendera juga kak Budi yang meminta menunjukkan yel-yel per regu. Haduh padahal, yel-yel kita masih berantakan. Tapi..apa boleh buat. Sudah menunjukkan yel-yel, peraturan game pun dijelaskan dan segera dimainkan.
Singkatnya, hampir setiap pos seperti itu kecuali pada pos terakhir. Pada pos terakhir ini, kita harus menunggu tim lain untuk memulai game karena yang ingin diajarkan adalah kerjasama bukan hanya kompetisi antar tim saja. Namun sepertinya…gagal. hehehe.

Ketika hasil para pemenang telah diumumkan, kita semua diperbolehkan untuk mandi atau sekedar mengganti baju saja. Karena kita diminta untuk mengganti seragam pramuka lengkap. Aku dan Ceca (Kezia) sudah sangat kangen air, sehingga tanpa berpikir lama lagi kita berdua mengambil baju dan segera mandi. Wah rasanya segar sekali terkena air dingin di sore yang hangat. Ketika aku sudah selesai mandi, kubuka pintu kamar mandinya dan tercium aroma sabun bayi yang dipake Ceca (Kezia) hahahaha (sorry Ce aku pen bat ngemention itu.) Wanginya khas bayi yang kusuka sekali~

Berseragam pramuka lengkap aku dan Ceca (Kezia) balik ke perkemahan dan segera memasak nasi juga berlatih untuk performance petunia bersama Tata yang sedang ada di tenda juga.

Nasi matang. Anak-anak sudah ganti seragam semua. Waktunya makan malam! Yeay. Kukira makan malamnya akan santai dan menyenangkan juga ribut seperti malam sebelumnya. Ternyata tidak. Waktu kita untuk makan diberi 5 menit saja. Dan tentunya, dalam 5 menit masih banyak sisa. Akhirnya kak Budi bertanya, “okeee kakak beri tambahan waktu. Kira-Kira berapa menit lagi ?” Anja pun menjawab, “5 menit lagi.” Aku langsung panik karena ku melihat masih banyak nasi dari regu lain yang belum habis. Wah, wah…tetapi yasudah, gpp kok :)) kita berhasil menghabiskannya walaupun ada yang cegukan, ada yang kekenyangan, ada yang eneg dan lainnya.

Makan malam selesai, kita disuruh baris per-regu dan menunggu dipanggil oleh BangChan serta dititipkan pesan untuk pos terakhir. Diawal perjalanan saja sepatuku sudah basah, wah pertanda, akan sangat seru jurit malam ini. Setelah berjalan tak berapa lama, ada kak Aqil yang berdiri tegak ditengah jalan dengan raut wajahnya yang tegas menanyakan bagaimana kerja kelompok kami.
Setelah berjalan lagi, ada background music seperti di film-film horror untuk mengacaukan pikiran hng- lalu, ada seorang kakak didalam sarung putih yang lalu berguling jatuh. Disitulah teman-temanku apalagi Ceca (Kezia) takut sekali. Dia langsung meremas tanganku dengan sangat kuat xD sampai-sampai, merah tanganku. Berjalan beberapa langkah lagi, kita sampai dijalan yang bercabang. Ada dua orang kakak yang duduk dan satu yang berdiri di jalanan yang terbuka itu. Karena gelap, wajah kakaknya tidak terlalu terlihat namun aku bisa menebak siapa yang ada dibelakang buff dan pakaiannya yang berbeda-beda itu.
Kita yang kebingungan lalu dipanggil oleh kedua kakak yang duduk di pinggiran jalan itu dan disuguhkan air. Airnya tentu saja tak kuminum walau dia bilang rasanya beda dll. Ku letakkan gelasnya diatas rumput lalu Ceca (Kezia) menumpahkannya dengan sengaja dengan jarinya supaya tidak terlalu “obvious” juga menolaknya. Ehhh ternyata, Hasya dan Tata sepertinya tidak mendapat kode-kode dariku dan Ceca. Maka saat disuguhkan kepada Hasya dan Tata, mereka meminumnya karena berpikir, aku dan Ceca telah meminumnya juga.
Tidak jauh dari situ, kita menemui pos terakhir. Pada pos terakhir aku ditanyakan pesannya oleh kak Andit. Dan parahnya, aku lupa yang bagian “Dasa dharma dan Tri Satya” itu. Ahh, untung saja aku tidak disuruh push up seperti yang lainnya melainkan squat jump 5 kali saja. Lalu, aku disuruh duduk berjauhan dari teman-temanku sama seperti yang lainnya dan menghafalkan dasa dharma kalau belum hafal. Untungnya, aku sudah. Tak lama duduk, para pembaca dasa dharma dan pembawa obor dipanggil oleh kak Budi untuk geladi dulu. Pada saat geladi, Vacha parah sekali, aku tidak mengerti apa yang dia hafalkan sebetulnya. Karena, dia tidak hafal dasa dharma! Padahal dia menjadi pembacanya. Huff- akhirnya entah berapa kali dia disuruh push up karenanya. Untung saja bukan kita semua yang menjadi pembaca dasa dharma disuruh.

Acara api unggun berakhir dengan lancar dan semuanya bersenang-senang. Eh…yah sepertinya begitu. Setelah menyanyikan lagu “Sempurna” bersama-sama kita pun menutup acara api unggun itu dan balik ke perkemahan dengan bahagia. Kulihat jam tanganku, wah..sudah pukul 12.00 tetapi mataku belum lelah rasanya. Akhirnya, aku beres-beres sedikit dulu mendengar cerita dari regu lain dan tidur. Btw..kudengar…ada anggota regu yang menangis.

D3-Udah. Ngaku Aja!

Pagi-pagi aku bangun menyambut sunrise yang indah. Setelah bangun aku Sholat di tendanya koki’o karena di tendaku masih ada Ceca (Kezia) yang tidur. Shoutout to koki’o yang udah minjemin tenda buat sholat :3 makasii geessss~ kalyan baeeq sekalee dee.

Hasya sebagai pinru bertugas mengambil bahan-bahan untuk memasak sarapan regu atau setidaknya…kita kira untuk sarapan. Untuk menu pagi hari itu, kita memasak orak-arik telur dan tumis sayur. (Aku lupa sayur apa. Otakku macet…ngatug-) setelah masakan jadi, tiba-tiba kak Ali datang membawa nasi goreng, telur goreng, ketimun, dan kerupuk untuk makan pagiii~ yeay. Jadi ternyata, masakan yang kita masak untuk makan siang saja. Setelah memakan nasi goreng yang lezat itu, kita beres-beres bekas masak dan siap-siap tracking. Sebelum tracking, kita dikumpulkan per-regu dan disuruh baris. Setelah itu…diminta menunjukkan yel-yelnya lagiii ahhh- kali ini karena kita berbaris, dorongnya kedepan dan kocak sekali hasilnya yel-yel kita. Karena pada akhirnya ada yang membungkuk ada yang tidak. Lalu, sebelum berangkat kita diberitahukan tentang daun-daun, batu, ranting dan lainnya sebagai macam-macam pertanda. Dan kita akan harus selalu waspada dengan sekitar. Sesudah itu, per regu dipersilahkan jalan. Regu pertama yang jalan sepertinya adalah Chicory dan…(aku lupa maaf y) lalu sepertinya reguku, Petunia dan regunya Dhifie, Panda. Selama perjalanan kita menemukan 15 tanda seingatku. Yang lucu adalah Syabil. Dia selalu terpeleset-peleset dan Dhifie jalannya cepat sekali meninggalkannya dibelakang bersama regu kami xD
Tak lama setelah jalan, kita disuruh putar balik lagi karena sepertinya cuaca tak mendukung. Setelah berjalan sedikit lagi, kita harus menunggu kabar dari kakak didepan apakah bisa jalan terus atau tidak. Selama penantian itu, kak Andit membantu membuatnya tidak membosankan dengan mengajak kita semua bermain “Pesan Berantai.” Karena seru, menit demi menit berlalu sampai akhirnya kita mulai jalan lagi balik ke perkemahan. Sampai di perkemahan, aku dan Ceca (Kezia) masih belum selesai mencuci beberapa peralatan lagi dan air di keran yang ada diluar sudah dimatikan. Akhirnya, kita harus ke kamar mandi untuk mencuci alat bekas masak dan makan.

Tak lama setelah itu, kita dikabarkan untuk segera packing dan diberi waktu 20 menit untuk beres-beres dan melipat tenda. Ahhh dengan panik aku memasukkan barang-barangku kedalam tas. Setelah tasku penuh, ku menyadari, “wah kenapa tiba-tiba jadi lebih banyak yang kutenteng yah..”
Tenda selesai dilipat kita pun disuruh makan siang bersama dan diberi waktu juga. Tetapi kali ini lebih santai. Kelar makan, kita meneruskan kegiatan terakhir dengan upacara penutupan. Setelah berjabat tangan dengan kakak-kakak dan berterimakasih, kita naik ke parkiran dekat aula, memilih angkot dan mulai mengatur barang bawaan.

“UDAH NGAKU AJA” Teriak kak Siddiq saat kita semua sudah berkumpul lagi di aula dan bersiap untuk pulang. Kuakui acting kakak-kakak cukup bagus. Namun, kurang bagus untuk mengelabuiku. Maaf.
Saat drama surprise ultah Zaky selesai, kitapun naik angkot menuju stasiun Bogor. Yeay! Akhirnya pulang. Setelah sampai, kita berpamitan dengan kakak-kakak menwa dan meminta mereka untuk follow ig dan bertukar alamat ig :3 sungguh LDK sangat menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s