Tugas pramuka pertemuan ke 8

 

GEJALA KERACUNAN MAKANAN

Jika seseorang mengalami keracunan makanan atau minuman dan tidak ditangani dengan baik, maka dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian.

Ciri-ciri orang yang mengalami keracunan makanan:

1. –> Nyeri dan Kram perut.

Dalam banyak kasus keracunan makanan, bakteri atau organsime lain dan juga bahan kimia dapat bersifat toxic pada saluran pencernaan dan menimbulkan rasa sakit pada perut.

Kram juga sering terjadi dalam kondisi ini, hal ini terjadi karena otot perut pada saluran pencernaan bereaksi dan berkontraksi lebih intens dari biasanya.

2. –> Diare.

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan buang air besar dengan tinja yang keluar lebih lunak bahkan berbentuk cairan dan umumnya terjadi lebih dari 3 kali sehari. Biasanya juga diawali dengan kembung, mulas dan nyeri perut sebelummnya.

Hal yang perlu diwaspadai saat diare adalah bahaya dehidrasi. Jika badan terasa lemas dan warna urin menjadi lebih keruh dari biasanya, ini pertanda dehidrasi.

3. –> Sakit kepala.

Sakit kepala yang dibarengi dengan muntah dan diare bisa jadi ini pertanda keracunan makanan.

Meskipun penyebab sakit kepala tidak bisa serta merta diketahui saat sakitnya muncul, namun diketahui bahwa dalam kondisi dehidrasi, otak akan sangat terpengaruh karena kekurangan cairan. Hal inilah yang bisa jadi penyebab munculnya rasa sakit dikepala.

4. –> Muntah.

Muntah merupakan respon alami tubuh terhadap organisme berbahaya atau zat racun yang masuk ke tubuh, terutama yang masuk melalui mulut. Biasanya terjadi kontraksi yang sangat kuat pada diafragma sehingga memaksa tubuh untuk memuntahkan isi lambung.

5. –> Demam.

Tubuh dikatakan demam jika suhunya mencapai 38-39°C. Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai kondisi penyakit dan umumnya merupakan respon sistem imun tubuh terhadap infeksi yang terjadi. Karena itulah demam bisa jadi salah satu ciri keracunan makanan.

6. –> Menggigil.

Menggigil merupakan perasaan seperti kedinginan tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini muncul karena otot mengalami kontraksi dan relaksasi secara berulang. Umumnya muncul berbarengan dengan demam, hal ini masih merupakan efek dari substandi pirogenik yang dapat menstimulus otak agar menganggap tubuh sedang kedinginan sehingga suhu dinaikkan.

Meskipun kondisi ini bisa saja disebabkan oleh faktor yang lain, namun bisa menjadi ciri-ciri keracunan makanan jika terjadi berbarengan dengan tanda-tanda lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s